Stiren Akrilonitril (SAN)

Stiren Akrilonitril (SAN)

Asal
: Taiwan
Nomor CAS
: 9003-54-7
Kode HS
: 390320
Info Dasar
Konsentrasi
: Pure substance
Penampilan/Warna
: White to off-white solid
Status Prekursor Obat
: Non-precursor
Bagikan produk ini :
Tertarik dengan produk ini?

Untuk informasi lebih detail termasuk harga, kustomisasi, dan pengiriman:

Dokumen Teknis

Ikhtisar Singkat
Styrene acrylonitrile (SAN) adalah polimer termoplastik yang terdiri dari monomer stirena dan akrilonitril. Ini adalah bahan transparan dengan penampilan seperti kaca yang dikenal karena kekakuan, kekerasan, dan ketahanan kimianya yang tinggi. SAN umumnya digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan transparansi, seperti lensa, perlengkapan pencahayaan, dan perangkat medis. Ini juga digunakan dalam barang-barang rumah tangga seperti peralatan dapur dan wadah kosmetik. SAN dapat dengan mudah diproses menggunakan cetakan injeksi, ekstrusi, atau blow mold, menjadikannya pilihan populer untuk berbagai aplikasi. Secara keseluruhan, SAN adalah polimer serbaguna yang menawarkan kombinasi sifat yang unik dan banyak digunakan di berbagai industri.
Proses Manufaktur
Styrene acrylonitrile (SAN) biasanya diproduksi melalui proses yang dikenal sebagai polimerisasi emulsi. Dalam proses ini, monomer stirena dan akrilonitril dicampur dengan air dan surfaktan untuk membentuk emulsi. Emulsi kemudian dipanaskan dan diaduk, yang menyebabkan monomer berpolimerisasi dan membentuk partikel kecil yang disebut lateks.
Setelah lateks terbentuk, lateks dikoagulasi menggunakan agen koagulasi seperti magnesium klorida atau kalsium nitrat. Lateks yang terkoagulasi kemudian dicuci dan dikeringkan untuk menghilangkan sisa air dan surfaktan. Bubuk atau pelet yang dihasilkan kemudian dapat dilelehkan dan dibentuk menjadi berbagai bentuk menggunakan proses seperti cetakan injeksi, ekstrusi, atau blow cetakan.
Proses pembuatan yang tepat untuk SAN dapat bervariasi tergantung pada formulasi spesifik polimer dan sifat yang diinginkan dari produk akhir. Beberapa variasi proses mungkin melibatkan penggunaan rasio monomer yang berbeda, surfaktan yang berbeda, atau aditif tambahan untuk meningkatkan sifat tertentu dari polimer.