Nilon 66

Nilon 66

Asal
: Taiwan
Nomor CAS
: 32131-17-2
Kode HS
: 390810
Info Dasar
Nama IUPAC
: poly(hexamethylene adipamide)
Formula molekul
: (C12H23NO)n
Sinonim & Nama Dagang
: Nylon 66; Polyamide 66; PA 6.6; Nylon 6,6
Kemurnian/Uji (%)
: Polymer grade
Kelas/Tingkat Kualitas
: Kelas Industri
Bentuk Fisik
: Padat
Konsentrasi
: Pure substance
Penampilan/Warna
: White to off-white solid
Bau
: Odorless
Titik lebur (° C)
: 265.0000
Kepadatan (g/cm³)
: 1.1400
Kelarutan dalam Air
: Insoluble
Nomor PBB
: Not applicable
Pernyataan H
: None
Pernyataan P
: P260
Status REACH
: Registered
Status Prekursor Obat
: Non-precursor
Kelas Penyimpanan (GHS)
: 13
Kondisi Penyimpanan
: Cool, dry; away from moisture
Kategori
Bagikan produk ini :
Tertarik dengan produk ini?

Untuk informasi lebih detail termasuk harga, kustomisasi, dan pengiriman:

Dokumen Teknis

Ikhtisar Singkat
Nylon 66 adalah polimer sintetis yang terbuat dari kombinasi dua monomer, asam adipat dan heksametilenediamin. Polimer memiliki unit berulang (NH- (CH2) 6-NH-CO- (CH2) 4-CO-), yang memberikan Nylon 66 sifat unik kekuatan tinggi, daya tahan, dan stabilitas termal. Ini digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti suku cadang otomotif, komponen listrik dan elektronik, tekstil, dan produk industri, karena kemampuannya menahan panas, bahan kimia, dan abrasi. Nylon 66 adalah bahan serbaguna yang dapat diproses menjadi berbagai bentuk, termasuk serat, film, dan bagian cetakan, sehingga cocok untuk berbagai aplikasi.
Proses Manufaktur
Polimerisasi: Langkah pertama adalah polimerisasi dua monomer, asam adipat dan heksametilendiamin. Monomer dipanaskan hingga sekitar 280-300° C dengan adanya katalis untuk membentuk polimer Nylon 66.

Filtrasi: Polimer Nylon 66 kemudian disaring untuk menghilangkan kotoran yang mungkin terbentuk selama proses polimerisasi.

Ekstrusi: Polimer Nylon 66 yang disaring kemudian dilelehkan dan diekstrusi melalui pemintal untuk membentuk serat panjang. Pemintal memiliki lubang kecil di mana polimer dipaksa untuk membentuk serat.

Gambar: Serat yang diekstrusi kemudian diregangkan atau “ditarik” untuk menyelaraskan rantai polimer dan meningkatkan kekuatan dan daya tahannya.

Pengaturan Panas: Serat yang ditarik kemudian dipanaskan, atau dianil, dengan memanaskannya hingga sekitar 200° C untuk jangka waktu tertentu. Proses ini membantu menstabilkan serat dan mencegahnya menyusut atau meregang.

Pemotongan dan Pemintalan: Serat panas kemudian dipotong menjadi panjang yang lebih pendek dan dipintal menjadi benang. Benang ini dapat diproses lebih lanjut menjadi berbagai produk yang berbeda, seperti tekstil, karpet, dan serat industri.