
Bagikan produk ini :
Aluminium Klorida
- Asal
- : India, China
- Nomor CAS
- : 7446-70-0
- Kode HS
- : 2827.32.00
Info Dasar
- Nama IUPAC
- : aluminium trichloride
- Formula molekul
- : AlCl3
- Berat molekul (g/mol)
- : 133.3400
- Sinonim & Nama Dagang
- : Aluminium chloride; Aluminum chloride anhydrous; AlCl3
- Kemurnian/Uji (%)
- : 99% min
- Kelas/Tingkat Kualitas
- : Kelas Teknis
- Bentuk Fisik
- : Padat
- Konsentrasi
- : Pure substance
- Penampilan/Warna
- : White to off-white solid
- Bau
- : HCl-like (moist)
- Titik lebur (° C)
- : 192.0000
- Titik didih (° C)
- : 180 (sublimes)
- Kepadatan (g/cm³)
- : 2.4800
- Kelarutan dalam Air
- : Reacts violently
- Kata Sinyal
- : Bahaya
- Nomor PBB
- : 1726
- Kelas Bahaya GHS
- : Skin corrosive; Eye corrosive
- Pernyataan H
- : H290|H314
- Pernyataan P
- : P234|P260|P264|P270|P273|P280|P301+P330+P331
- Status REACH
- : Registered
- Status Prekursor Obat
- : Non-precursor
- Kelas Penyimpanan (GHS)
- : 8
- Kondisi Penyimpanan
- : Keep dry; away from moisture
Kategori
Bagikan produk ini :
Tentang Aluminium Chloride
Aluminium klorida, AlCl3, dikenal sebagai katalis untuk reaksi organik. Senyawa ini larut dalam air, hidrogen klorida, etanol, kloroform, CCl4 dan sedikit larut dalam benzena. Ini adalah bubuk putih perak tetapi kadang-kadang berubah menjadi kuning jika terkontaminasi oleh besi klorida. Ini cenderung menyerap air dengan mudah (higroskopis) untuk membentuk monohidrat atau heksahidrat. Aluminium klorida adalah zat korosif dan juga sangat beracun. Ini dapat menyebabkan kerusakan tinggi pada mata, kulit, dan sistem pernapasan jika terhirup atau saat kontak.
Aluminium klorida banyak digunakan untuk reaksi Friedel-Crafts sebagai katalis. AlCl3 bekerja sebagai akseptor elektron (Asam Lewis). AlCl3 mampu mengarahkan reaksi lebih efisien dan efektif. Katalis ini digunakan untuk mensintesis alkil benzena dari alkil halida dan benzena. Ini juga digunakan untuk banyak aplikasi industri seperti pembuatan petrokimia, farmasi, pewarna intermediet, dan bahan kimia organik lainnya. Selain itu, dapat digunakan untuk industri metalurgi, kosmetik, antiperspiran, industri metalurgi, dan pelumas.
Proses Manufaktur
Terutama ada dua cara sintesis: pembuatan aluminium klorida dengan klorin atau hidrogen klorida, atau memperoleh aluminium klorida dengan ekstraksi dari bahan baku. Dalam metode sebelumnya, aluminium klorida diproduksi secara luas dengan bereaksi dengan logam aluminium dengan klorin atau hidrogen klorida. Reaksi ini terjadi pada suhu berkisar antara 650 hingga 750° C dan diklasifikasikan sebagai reaksi eksotermik. Dalam metode terakhir, untuk menghasilkan aluminium klorida, logam aluminium dapat diekstraksi dari bahan baku, seperti tanah liat atau fly ash.
Metode yang disukai untuk membuat aluminium klorida anhidrat terdiri dari langkah-langkah:
Bahan baku alumina, seperti tanah liat, menjalani proses pengeringan dan kalsinasi untuk mengaktifkan fraksi alumina untuk pencucian HCl;
Melarutkan fraksi alumina menjadi aluminium klorida terlarut dengan pencucian HCl dari tanah liat yang dikalsinasi.
Pemisahan padat/cair untuk menghilangkan semua padatan yang masih mengandung larutan aluminium klorida, biasanya dengan menggunakan pemukim dan/atau filter;
Pemisahan besi klorida terlarut dari cairan proses;
Kristalisasi filtrat untuk memisahkan bubur dari kristal aluminium klorida heksahidrat;
Memanaskan kristal aluminium klorida heksahidrat hingga suhu hingga sekitar 450° C.
Mengurangi kristal aluminium klorida heksahidrat untuk membentuk aluminium klorida anhidrat.
Cara lain untuk memproduksi aluminium klorida adalah:
Reaksi logam aluminium dalam aliran panas gas asam klorida
2Al+6 HCl → 2AlCl3+3H2
Reaksi bauksit dengan kokas dan klorin pada sekitar 875° C
Klorinasi katalitik gamma-alumina dalam lapisan terfluidisasi
